PASURUAN – Dalam rangka memperkuat posisinya sebagai salah satu garda depan inovasi pendidikan Islam, MTsN 2 Pasuruan sukses menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) “Strategi Inovatif Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Pembelajaran (KBC) pada Madrasah Piloting”. Kegiatan strategis ini dilaksanakan pada hari Kamis, 15 Oktober 2026 di lingkungan madrasah setempat.
Acara dimulai tepat pukul 07.30 WIB yang diawali secara khidmat dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh jajaran pendidik dan tamu undangan.
Kepala MTsN 2 Pasuruan, Bpk H. Irvan Fauzi, S.Si., M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan kesiapan penuh seluruh civitas akademika madrasah. Beliau menegaskan bahwa penunjukan sebagai madrasah piloting KBC merupakan amanah besar untuk menggeser paradigma belajar dari sekadar transfer ilmu menjadi proses yang memanusiakan dan menyentuh hati siswa.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kemenag Kabupaten Pasuruan, Dr. H. Bustanul Arifin, S.Pd.I., M.Pd. Dalam arahan pembukaannya, Dr. Bustanul menekankan pentingnya sentuhan kasih sayang dan keteladanan pendidik dalam membentuk ekosistem madrasah yang unggul serta berakhlakul karimah.
Memasuki sesi inti, materi pertama disampaikan oleh Bpk Abd. Muhyi F, S.Pd., M.Pd. yang membedah secara mendalam mengenai “Konsep Cinta dalam Panca Cinta dan Penerapannya dalam Pembelajaran”. Paparan ini membuka wawasan para guru untuk menghidupkan lima pilar cinta sebagai fondasi interaksi edukatif di dalam kelas.
Sesi berikutnya dilanjutkan dengan penguatan materi kurikulum oleh Dr. H. Sutowijoyo, M.Pd., Widyaiswara Ahli Madya dari BDK Surabaya. Dalam arahannya, Pak Suto menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada dasarnya berjalan beriringan dengan kebijakan Kemendikdasmen, yakni mengadopsi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning (Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning) yang diinsersikan secara harmonis dengan nilai-nilai Panca Cinta.
Tidak hanya teori, para peserta dibimbing langsung oleh Dr. Sutowijoyo untuk menyusun dokumen administrasi mengajar yang inovatif berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran – Kurikulum Berbasis Cinta (RPM-KBC).
Pada akhir sesi bimtek, antusiasme peserta memuncak saat perwakilan guru maju untuk mempresentasikan hasil rancangan RPM-KBC mereka. Ibu Bita, yang tampil sebagai perwakilan dari rumpun Mata Pelajaran IPA, memaparkan strategi konkret bagaimana mengintegrasikan konsep sains dengan pendekatan Panca Cinta dan Deep Learning di hadapan forum.
Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan penuh semangat hingga akhir. Melalui pelaksanaan bimtek ini, diharapkan kompetensi pedagogis guru meningkat tajam, sekaligus mengukuhkan kesiapan total MTsN 2 Pasuruan sebagai Madrasah Piloting yang sukses dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta demi masa depan generasi bangsa.