You are currently viewing Perkuat Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, MTsN 2 Pasuruan Gelar Supervisi, Refleksi, dan Pembinaan Pembelajaran

Perkuat Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, MTsN 2 Pasuruan Gelar Supervisi, Refleksi, dan Pembinaan Pembelajaran

PASURUAN – Kamis, 5 November 2026 MTsN 2 Pasuruan terus memperkuat komitmennya dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui kegiatan supervisi, refleksi, dan pembinaan pembelajaran yang dilaksanakan pada Kamis, 5 November 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan terhadap MTsN 2 Pasuruan sebagai madrasah piloting dalam penerapan Kurikulum Berbasis Cinta.

Kegiatan tersebut menghadirkan Pengawas Madrasah, Bapak Abd. Muhyi F., S.Pd., M.Pd., bersama Dr. Sutowijoyo, M.Pd., selaku Widyaiswara dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya. Keduanya melakukan supervisi secara langsung terhadap proses kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan oleh sejumlah guru model, dilanjutkan dengan refleksi dan pembinaan sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.

Dalam sesi refleksi dan pembinaan, Dr. Sutowijoyo memberikan evaluasi sekaligus penguatan terkait penerapan konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Ia menekankan pentingnya penggunaan model Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan metode pembelajaran kooperatif. Perpaduan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak sekadar berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga membangun kesadaran belajar, mengembangkan kemampuan bekerja sama, serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.

Sementara itu, Bapak Abd. Muhyi F. menyampaikan apresiasi kepada bapak dan ibu guru model yang telah menunjukkan praktik pembelajaran inovatif dengan mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran. Menurutnya, upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter, kepedulian, dan nilai-nilai kemanusiaan pada diri peserta didik.

Adapun guru model yang mendapatkan supervisi dalam kegiatan ini meliputi Sulis yang berkolaborasi dengan Mrs. Jo dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, Ida dalam mata pelajaran Matematika, Jariyah dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, serta Kallista dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Beragam praktik pembelajaran yang ditampilkan menjadi bahan pengamatan dan refleksi untuk melihat sejauh mana nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta telah diintegrasikan dalam kegiatan belajar mengajar.

Dalam kesempatan tersebut, para pendamping juga menyampaikan harapan agar implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MTsN 2 Pasuruan dapat terus dikembangkan secara menyeluruh. Tidak hanya terbatas pada kegiatan intrakurikuler di dalam kelas, penerapan nilai-nilai cinta diharapkan dapat terintegrasi pula dalam kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, sehingga menjadi budaya dan karakter yang melekat dalam seluruh aktivitas madrasah.

Melalui kegiatan supervisi, refleksi, dan pembinaan ini, MTsN 2 Pasuruan diharapkan semakin siap menjalankan perannya sebagai madrasah piloting Kurikulum Berbasis Cinta. Lebih dari sekadar perubahan pendekatan pembelajaran, implementasi KBC diharapkan mampu menghadirkan ekosistem pendidikan yang humanis, kolaboratif, menyenangkan, dan bermakna dengan menjadikan cinta sebagai landasan dalam mendidik, mendampingi, serta menumbuhkan potensi setiap peserta didik.

Dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta, MTsN 2 Pasuruan berkomitmen mewujudkan madrasah yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan generasi berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Tinggalkan Balasan